Ketika iman bersemi dalam hati sesuai tuntunan syariat, niscaya hati ini rindu terbang ke jannah dan takut siksa neraka

Kamis, 24 Januari 2013

Sejarah Maulid Nabi

Diantara perayaan-perayaan bid'ah yang diadakan oleh kebanyakan kaum 
muslimin adalah perayaan maulid Nabi. Bahkan maulid Nabi ini merupakan
induk dari maulid-maulid yang ada seperti maulid para wali, orang-orang
sholeh, ulang tahun anak kecil dan orang tua. Maulid-maulid ini adalah


perayaan yang telah di kenal oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Dan
perayaan ini bukan hanya ada pada masyarakat kaum muslimin saja tapi sudah
di kenal sejak sebelum datangnya Islam. Dahulu Raja-Raja Mesir (yang
bergelar Fir'aun) dan orang-orang Yunani mengadakan perayaan untuk
Tuhan-Tuhan mereka,[1] 1. Al-Adab Al-Yunaani Al-Qodim...oleh DR Ali Abdul
Wahid Al-Wafi hal. 131. demikian pula dengan agama-agama mereka yang lain.

Lalu perayaan-perayaan ini di warisi oleh orang-orang Kristen, di
antara perayaan-perayaan yang penting bagi mereka adalah perayaan hari
kelahiran Isa al-Masih q, mereka menjadikannya hariaya dan hari libur serta
bersenang-senang. Mereka menyalakan lilin-lilin, membuat
makanan-makanan khusus serta mengadakan hal-hal yang diharamkan.

Kemudian sebagian orang yang menisbatkan dirinya kepada agama Islam ini
menjadikan hari kelahiran Nabi sebagai hari raya yang diperingati
seperti orang-orang Kristen yang menjadikan hari kelahiran Isa al-Masih
sebagai hariaya mereka. Maka orang-orang tersebut menyerupai orang-orang
Kristen dalam perayaan dan peringatan maulid Nabi yang diadakan setiap
tahun. Dari sinilah asal mula maulid Nabi sebagaimana yang dikatakan oleh
as-Sakhawi : "Apabila orang-orang salib/kristen menjadikan hari
kelahiran Nabi mereka sebagai hariaya maka orang Islam pun lebih dari itu"
(at-Tibr al-Masbuuk Fii Dzaiissuluuk oleh as-Sakhawi)

Inilah teks penyerupaan dengan orang-orang Kristen. Sesungguhnya
perayaan maulid Nabi ini menyerupai orang-orang Kristen, padahal "Barangsiapa
yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu" (HR. Abu Daud,
Ahmad dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Irwaul Gholil 5/109.) Dan
inilah yang dikabarkan serta yang dikhawatirkan oleh Nabi: "Sesungguhnya
kalian akan mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian sedikit demi
sedikit sampai seandainya mereka masuk kelubang biawak kalian juga akan
mengikuti mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)

B. Siapa Orang Pertama Yang Mengadakan Maulid Nabi Dalam Sejarah Islam?
Para Ulama yang mengingkari perayaan bid'ah ini telah sepakat, demikian
juga dengan orang-orang yang mendukung acara bid'ah ini bahwa Nabi
tidak pernah merayakan maulidnya dan juga tidak pernah menganjurkan atau
memerintahkan hal ini. Para sahabat beliau, para tabi'in dan tabi'ut
tabi'in yang merupakan orang-orang terbaik umat ini serta yang paling
bersemangat mengikuti Sunnah Nabi mereka semuanya tidak pernah merayakan
maulid. Tiga generasi umat Islam yang telah direkomendasi oleh Nabi
berlalu dan tidak di temui pada saat-saat itu perayaan-perayaan maulid ini.
Tapi ketika Daulah Fatimiyyah di Mesir berdiri pada akhir abad keempat
muncullah perayaan atau peringatan maulid Nabi yang pertama dalam
sejarah Islam,2 2. Al-A'yad wa atsaruha alal Muslimin oleh DR. Sulaiman bin
Salim As-Suhaimi hal. 285-287. sebagaimana hal ini dikatakan oleh
al-Migrizii 3 3. Dia adalah pendukung kelompok Ubeid Al-Qoddah (Ubeidyyin).
Dia bernama Ahmad bin Ali bin abdul Qodir bin Muhammad bin Ibrahim
al-Husaini al-Ubeidi. Lahir pada tahun 766 H. dalam kitabnya "Al-Mawa'idz
wal i'tibar bidzikri al-Khuthoth wal Aatsar" : Dahulu para
Kholifah/penguasa Fatimiyyin selalu mengadakan perayaan-perayaan setiap tahunnya,
diantaranya adalah perayaan tahun baru, Asy-Syura, Maulid Nabi, Maulid Ali
bin Abi Thalib a, Maulid Hasan dan Husein, Maulid Fatimah dll.
(Al-Khuthoth 1/490)

C. Kilas Balik Pelopor Pertama Maulid Nabi
Pada tahun 317 H muncul di Maroko sebuah kelompok yang di kenal dengan
Fatimiyyun (pengaku keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib) yang di
pelopori oleh Abu Muhammad Ubeidullah bin Maimun al-Qoddah. Dia adalah
seorang Yahudi yang berprofesi sebagai tukang wenter, dia pura-pura
masuk ke dalam Islam lalu pergi ke Silmiyah negeri Maroko. Kemudian dia
mengaku sebagai keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib dan hal ini
pun di percaya dengan mudah oleh orang-orang di Maroko hingga dia
memiliki kekuasaan.

Ibnu Kholkhon4 4. Dia adalah Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim bin
Kholkhon, pengikut madzhab Syafi'i. Dia dilahirkan tahun 608 H. Seorang ahli
sastra Arab dan penyair. Beliau meninggal pada tahun 681 H dan
disemayamkan di Damaskus (Pent). berkata tentang nasab Ubeidillah bin Maimun
al-Qoddah : "Semua Ulama sepakat untuk mengingkari silsilah nasab
keturunannya dan mereka semua mengatakan bahwa, semua yang menisbatkan dirinya
kepada Fatimiyyun adalah pendusta. Sesungguhnya mereka itu berasal dari
Yahudi dari Silmiyah negeri Syam dari keturunan al-Qoddah. Ubeidillah
binasa pada tahun 322 H, tapi keturunannya yang bernama al-Mu'iz bisa
berkuasa di Mesir dan kekuasan Ubeidiyyun atau Fatimiyyun ini bisa
bertahan hingga 2 abad lamanya hingga mereka dibinasakan oleh Sholahuddin
al-Ayubi pada tahun 546 H." 5 5. Lihat Firoq Mu'ashiroh oleh DR Gholib
Al-'Awajih 2/493-494.

Perlu diketahui bahwa kelompok Bathiniyah ini memiliki beberapa nama
/sekte. Diantaranya : Nushairiyah, Duruz, Qoromithoh
(Ubeidiyyin/Fathimiyyin), Ibahiyah, Isma'iliyah dll.
Perlu diketahui bahwa Maimun al-Qoddah ini adalah pendiri
madzhab/aliran Bathiniyyah yang didirikan untuk menghancurkan Islam dari dalam.
Aqidah mereka sudah keluar dari Islam bahkan mereka lebih sesat dan lebih
berbahaya dari Yahudi dan Nasrani. Tidak ada yang bisa membuktikan akan
hal ini kecuali sejarah mereka yang bengis dan kejam terhadap kaum
muslimin, diantaranya : pada tahun 317 H ketika mereka telah sangat
berkuasa dan bisa sampai ke Ka'bah mereka membunuh jama'ah haji yang sedang
berthowaf pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Mereka jadikan Masjid Haram
dan Ka'bah lautan darah di bawah kepemimpinan dedengkot mereka Abu
Thohir al-Janaabi.

Abu Thohir ketika pembantaian ini duduk di atas pintu Ka'bah
menyaksikan pembunuhan terhadap kaum muslimin/jama'ah haji di Masjid Haram dan di
bulan haram/suci. Dia mengatakan : "Akulah Allah, Akulah Allah, Akulah
yang menciptakan dan Akulah yang membinasakan" -Mahasuci Allah dari apa
yang ia katakan -. Tidak ada seorang yang thowaf dan bergantung di
Kiswah Ka'bah melainkan mereka bunuh satu persatu.

Setelah itu mereka buang jasad-jasad tersebut ke sumur zam-zam. Dan
mereka cungkil pintu Ka'bah dan mereka sobek kiswah Ka'bah serta mereka
ambil hajar aswad dengan paksa. Pemimpin mereka (Abu Thohir) ketika
melakukan hal tersebut dia mengatakan : "Dimana itu burung (Ababil), mana
itu batu-batu yang (di buat melempar Abrahah)???" Mereka menyimpan hajar
aswad di Mesir selama 22 tahun.6 6. Lihat Bidayah wan Nihayah hal.
160-161 oleh Ibnu Katsir. Ini adalah gambaran singkat kekufuran Bathiniyyah

D. Bagaimana Pendapat Ulama Tentang Kelompok Bathiniyyah
(Fatimiyyun)???
Imam Abdul Qohir al-Baghdady (meninggal tahun 429 H) v berkata :
"Madzhab Bathiniyyah bukan dari Islam, tapi dia dari kelompok Majusi
(penyembah api)7. 7. Al-Farqu bainal Firoq oleh al-Baghdady hal. 22 Beliau juga
berkata : "Ketahuilah bahwa bahayanya Bathiniyyah ini terhadap kaum
muslimin lebih besar dari pada bahayanya Yahudi, Nasrani, Majusi serta
dari semua orang kafir bahkan lebih dahsyat dari bahayanya Dajjal yang
akan muncul di akhir zaman." 8 8. Ibid hal.282
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v mengatakan : "Sesungguhnya Bathiniyyah
itu orang yang paling fasik dan kafir. Barangsiapa yang mengira bahwa
mereka itu orang yang beriman dan bertakwa serta membenarkan silsilah
nasab mereka (pengakuan mereka dari keturunan ahli bait/Ali bin Abi
Tholib,-pent) maka orang tersebut telah bersaksi tanpa ilmu. Allah berfirman
: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki
pengetahuan tentangnya" (QS. Al-Isra: 36)

Dan Allah berfirman :
"Kecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran sedang dia mengetahui"
(QS.Az-Zukhruf : 86)
Para Ulama telah sepakat bahwa mereka adalah orang-orang zindik dan
munafik. Mereka menampakkan ke-Islaman dan menyembunyikan kekufuran. Para
Ulama juga sepakat bahwa pengakuan nasab mereka dari silsilah ahlul
bait tidaklah benar. Para Ulama juga mengatakan bahwa mereka itu berasal
dari keturunan Majusi dan Yahudi. Hal ini sudah tidak asing lagi bagi
Ulama dari setiap madzhab baik Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, maupun
Hanabilah serta ahli hadits, ahli kalam, pakar nasab dll (Majmu Fatawa
oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 35/120-132)

Kesimpulan :
Jadi pelopor bid'ah maulid Nabi adalah kelompok Bathiniyyah . Ini
pendapat yang kuat. Adapun yang mengatakan bahwa maulid tersebut dimulai
tahun 604 H oleh Malik Mudoffar Abu Sa'id Kukburi maka ini tidak
menafikan hal diatas karena awal maulid tahun 604 H ini di Mushil saja,
adapun secara mutlak maka Bathiniyyahlah pencetus pertama Maulid Nabi di
dunia, khususnya di Mesir. (Lihat kitab "Al-Bida' Al-Hauliyah" dan
"Al-A'yad wa Atsaruha). yang mereka mempunyai cita-cita untuk merubah agama
Islam ini dan memasukkan hal-hal yang bukan dari agama agar menjauhkan
kaum muslimin dari agama yang benar ini. Menyibukkan manusia dari bid'ah
(perayaan-perayaan bid'ah seperti maulid) adalah salah satu jalan yang
mudah untuk mematikan Sunnah Nabi dan menjauhkan manusia dari syari'at
Allah. 


"Al-Bida' Al-Hauliyah" Hal. 145, oleh Abdullah bin Abdul
Aziz at-Tuwaijiry.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar