Ketika iman bersemi dalam hati sesuai tuntunan syariat, niscaya hati ini rindu terbang ke jannah dan takut siksa neraka

Kamis, 16 Juni 2011

Apakah basmalah termasuk ayat dalam surat Al-Fatihah ataukah bukan

Syaikh Utsaimin ditanya :" Apakah basmalah termasuk ayat dalam surat Al-Fatihah
ataukah bukan ? "

Jawaban :
Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat bahwa
basmalah termasuk ayat dalam surat Al-Fatihah, harus dibaca jahr
(dikeraskan bacaannya) dalam shalat dan berpendapat tidak sah shalat tanpa
membaca basmalah, sebab masih termasuk dalam surat Al-Fatihah.

Sebagian ulama lain berpendapat, basmalah tidak termasuk dalam surat
Al-Fatihah. Namun ayat yang berdiri sendiri dalam Al-Qur'an.

Inilah pendapat yang benar. Pendapat ini berdasarkan nash dan rangkaian
ayat dalam surat ini.

Adapun dasar di dalam nash, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits dari
Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda : Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Aku membagi shalat (yakni surat Al-Fatihah) menjadi dua bagian,
separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku. Apabila ia membaca : "Segala
puji bagi Allah". Maka Allah menjawab : "Hamba-Ku telah memuji-Ku".
Apabila ia membaca : "Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Maka Allah
menjawab: "Hamba-Ku telah menyanjung-Ku". Apabila ia membaca : "Penguasa
hari pembalasan". Maka Allah menjawab : "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku".
Apabila ia membaca : " Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada
Engkaulah kami memohon pertolongan". Maka Allah menjawab : "Ini separoh
untuk-Ku dan separoh untuk hamba-Ku". Apabila ia membaca : "Tunjukilah
kami kepada jalan yang lurus". Maka Allah menjawab : "Ini untuk hamba-Ku,
akan Aku kabulkan apa yang ia minta" [3]

Ini semacam penegasan bahwa basmalah bukan termasuk dalam surat
Al-Fatihah. Dalam kitab Ash-Shahih diriwayatkan dari Anas bin Malik
Radhiyalahu 'anhu, ia berkata : "Aku pernah shalat malam bermakmum di
belakang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman
Radhiyallahu 'anhum. Mereka semua membuka shalat dengan membaca :
"Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamin" dan tidak membaca ;
'Bismillaahirrahmaanirrahiim" di awal bacaan maupun di akhirnya. [4]

Maksudnya mereka tidak mengeraskan bacaannya. Membedakan antara basmalah
dengan hamdalah dalam hal dikeraskan dan tidaknya menunjukkan bahwa
basmalah tidak termasuk dalam surat Al-Fatihah.

[3]. Hadits riwayat Muslim dalam kitab Shalat, bab : Kewajiban membaca
        Al-Fatihah di setiap raka'at no. (38) (395)

[4]. Hadits riwayat Muslim dalam kitab Shalat, bab : Argumentasi
        orang-orang yang berpendapat bacaan basmalah tidak dikeraskan, no. (52) (399).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar