Ketika iman bersemi dalam hati sesuai tuntunan syariat, niscaya hati ini rindu terbang ke jannah dan takut siksa neraka

Kamis, 02 Maret 2017

Salah Kaprah Arti Ahlan Wa Sahlan

Sejak novel dan film Ayat-Ayat Cinta meledak pada medio 2000-an lalu, ungkapan-ungkapan dalam bahasa Arab pun semakin banyak digunakan di Indonesia. Tak hanya dalam kegiatan belajar dan mengajar, ungkapan bahasa Arab juga digunakan dalam kegiatan komunikasi sehari-hari. Dan, salah satu ungkapan dalam bahasa Arab yang kini
jamak digunakan orang Indonesia adalah ucapan ahlan wa sahlan.
Ahlan Wa Sahla.


Kebanyakan, orang Indonesia mengartikan ahlan wa sahlan sebagai “selamat datang”. Padahal, arti sebenarnya dari ahlan wa sahlan ternyata lebih luas dari sekadar ucapan selamat datang.
Dilihat dari arti harfiah per kata, ahlan berasal dari kata ahlun yang berarti “keluarga”. Sementara, sahlan berasal dari kata sahlun yang didefinisikan sebagai “mudah”. Jadi, jika dirangkai, arti kata ahlan wa sahlan adalah saya menerima Anda sebagai bagian dari keluarga kami dan kami menerima Anda dengan mudah (tanpa mempersulit urusan-urusan Anda).
Ada yang mengatakan bahwa kalimat asli dari ahlan wa sahlan adalah halalta ahlan wa nazalta sahlan. Ada juga yang mengatakan ji’ta ahlan wa wati’ta sahlan, atau atayta ahlan wa halalta sahlan, dan qadimta ahlan wa wata’ta sahlan. Meski bervariasi, namun makna hakikatnya tetap sama saja.
Merujuk tersebut, jika dipindahkan dalam bahasa Indonesia, maka ucapan-ucapan yang mendekati arti ahlan wa sahlan di antaranya, “silakan, tidak usah sungkan-sungkan” atau “anggap saja seperti rumah sendiri”. Jadi, ketika kita mengucapkan ahlan wa sahlan kepada seseorang yang datang kepada kita, maka kita menerima atau menganggap tamu tersebut sebagai bagian dari keluarga kita dan kita memudahkan segala urusannya.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah utang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dan akhirat.
Barangsiapa menutupi (aib) seorang , maka Allh akan menutup aib-nya di dunia dan akhirat”.

Dan, balasan untuk merespon ucapan ini adalah ahlan bika (atau biki jika perempuan dan bikum jika jamak). Ahlan bika ini sendiri bisa diartikan sebagai “sama-sama” atau “kamu juga”.
sumber : http://any.web.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar